Maksud dan Tujuan Muhammadiyah

Muhammadiyah sebagai organisasi seperti halnya organisasi-organisasi lain, tentu mempunyai maksud dan tujuan dalam pendiriannya. Dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah bab III pasal 6 tentang maksud dan tujuan disebutkan bahwa "Maksud dan tujuan Muhammadiyah ialah menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya". 
Maksud dan tujuan didirikan Muhammadiyah di atas adalah naskah terkini, dalam sejarahnya pernah mengalami beberapa kali perubahan sejak awal berdiri sampai diputuskan dengan redaksi seperti itu. Perubahan-perubahan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Pada awal berdiri

a. Menyebarkan pengajaran kanjeng Nabi Muhammad SAW kepada penduduk bumi putra, di dalam    residensi Yogyakarta
b. Memajukan hal Agama Islam kepada anggota-anggotanya
Pada poin a ada pembatasan wilayah yang hanya meliputi residensi Yogyakarta karena saat itu, izin yang turun dari pemerintah kolonial Belanda Muhammadiyah hanya boleh didirikan di wilayah Yogyakarta, dari pengajuan ijin semula meliputi Pulau Jawa yang dipandang terlalu luas untuk sebuah organisasi yang baru berdiri.

2. Sesudah Muhammadiyah meluas ke luar Yogyakarta

a. Memajukan dan menggembirakan pengajaran dan pelajaran agama Islam di Hindia Belanda
b. Memajukan dan menggembirakan hidup sepanjang kemauan agama Islam kepada sekutu-sekutunya

3. Pada era pendudukan Jepang (1942 - 1945)

Jepang mengontrol ketat semua organisasi yang ada, sehingga semua organisasi harus tunduk pada aturan Jepang, termasuk dalam dokumen dasar organisasi tidak boleh bertentangan dengan kemauan mereka. Maksud dan tujuan Muhammadiyah juga mengalami perubahan yaitu : 
a. Hendak menyiarkan agama Islam, serta melatihkan hidup yang selaras dengan tuntunannya
b. Hendak melakukan pekerjaan kebaikan umum
c. Hendak memajukan pengetahuan dan kepandaian serta budi pekerti yang baik kepada anggota-anggotanya  
Kesemuanya itu ditujukan untuk berjaya mendidik masyarakat ramai

4. Era pasca kemerdekaan

Setelah kemerdekaan, dalam muktamar ke 31 di Yogyakarta pada tahun 1950, rumusan maksud dan tujuan Muhammadiyah dirubah menjadi :
"Maksud dan tujuan persyarikatan ialah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga dapat mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya."

5. Era Demokrasi Terpimpin

Dalam Muktamar Muhammadiyah ke-34 tahun 1959 di Yogyakarta, diputuskan maksud dan tujuan Muhammadiyah yaitu :
"Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya".

6. Era asas tunggal

Pada muktamar ke-41 di Surakarta pada tahun 1985 terjadi perubahan fundamental dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah meliputi rumusan nama dan kedudukan, azas dan maksut tujuan persyarikatan. Perubahan ini dilakukan karena adanya kebijakan politik pemerintah orde baru saat itu yaitu penyeragaman azas organisasi sosial, politik dan kemasyarakatan dengan azas tunggal Pancasila. Maksud dan tujuan Muhammadiyah mengalami perubahan :
"Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhoi Alloh SWT.

7. Era reformasi

Dalam muktamar Muhammadiyah ke-44 di Jakarta tahun 2000, Islam digunakan kembali sebagai asas persyarikatan. Hal ini karena situasi politik yang berubah seiring dengan hasil sidang istimewa MPR RI yang dalam salah satu ketetapannya yaitu Tap MPR nomor XVIII/MPR/1998 yang intinya mengembalikan Pancasila sebagai dasar negara RI. Ini berarti bahwa Pancasila tidak harus dijadikan asas lembaga keagamaan, sosial kemasyarakatan maupun politik. Namun perubahan rumusan asas persyarikatan tidak diikuti oleh perubahan maksud dan tujuan, sehingga tetap sama seperti yang dirumuskan pada era sebelumnya yaitu :
"Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhoi Alloh SWT.

Muhammadiyah Sebagai Gerakan Islam

Muhammadiyah dalam pengertian secara bahasa maupun istilah sudah pasti menunjukkan jati diri sebagai organisasi Islam. Tanpa perlu diteli...